Jakarta, 2 Oktober 2026 – Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji mendorong penguatan kerja sama dengan berbagai pihak agar sektor industri semakin berperan sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Kolaborasi dinilai penting untuk menjaga aktivitas manufaktur sekaligus memperkuat daya saing industri di tengah perubahan ekonomi global. Pemerintah juga ingin memastikan pengembangan industri mampu menciptakan nilai tambah dan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan. Penguatan sektor manufaktur menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Kerja sama tersebut membutuhkan keterlibatan pemerintah, dunia usaha, asosiasi industri, akademisi hingga lembaga pendidikan dan penelitian. Setiap pihak memiliki peran dalam menyelesaikan berbagai tantangan yang dihadapi sektor industri, mulai dari produktivitas hingga penguasaan teknologi. Koordinasi juga diperlukan untuk mempertemukan kebutuhan pelaku industri dengan kebijakan pemerintah. Dengan kolaborasi yang lebih erat, berbagai hambatan dalam proses produksi dan ekspansi usaha diharapkan dapat ditangani secara lebih efektif.
Penguatan struktur industri menjadi salah satu pekerjaan yang perlu terus dilakukan. Indonesia membutuhkan rantai pasok yang semakin terintegrasi agar ketergantungan terhadap bahan baku maupun komponen dari luar negeri dapat dikelola. Pengembangan industri hulu, antara dan hilir secara berkesinambungan dapat memperbesar nilai tambah yang tercipta di dalam negeri. Langkah tersebut juga membuka kesempatan bagi pelaku usaha nasional untuk mengambil bagian lebih besar dalam rantai produksi.
Peningkatan daya saing juga berkaitan erat dengan kemampuan industri mengadopsi teknologi dan meningkatkan efisiensi. Transformasi digital dapat membantu perusahaan memperbaiki proses produksi, meningkatkan kualitas produk serta mengendalikan biaya operasional. Pada saat yang sama, pengembangan sumber daya manusia perlu mengikuti perubahan teknologi yang digunakan sektor manufaktur. Pendidikan vokasi dan pelatihan berbasis kebutuhan industri menjadi bagian penting untuk memastikan ketersediaan tenaga kerja yang kompeten.
Sarmuji juga menghadapi tantangan menjaga pertumbuhan industri ketika kondisi ekonomi global masih bergerak dinamis. Perubahan permintaan ekspor, harga energi, biaya logistik hingga persaingan produk menjadi faktor yang memengaruhi kinerja manufaktur. Pemerintah perlu menjaga iklim usaha tetap kondusif agar perusahaan memiliki kepastian dalam menyusun rencana investasi dan ekspansi. Kebijakan yang konsisten diharapkan dapat mendorong pelaku industri meningkatkan kapasitas produksi serta memperluas pasar.
Selain mengejar pertumbuhan, pengembangan industri juga perlu memperhatikan keberlanjutan. Efisiensi energi, penggunaan teknologi yang lebih bersih dan pengelolaan sumber daya menjadi semakin penting dalam persaingan pasar global. Industri yang mampu memenuhi standar lingkungan memiliki peluang lebih besar untuk mempertahankan akses ke berbagai pasar. Transformasi tersebut membutuhkan investasi sehingga dukungan kebijakan dan kolaborasi dengan sektor swasta menjadi bagian yang tidak terpisahkan.
Penguatan kerja sama yang didorong Menperin Sarmuji diharapkan membuat industri semakin besar kontribusinya terhadap perekonomian nasional. Pertumbuhan manufaktur yang berkualitas dapat menciptakan lapangan kerja, memperkuat ekspor, meningkatkan investasi dan menghasilkan nilai tambah di dalam negeri. Pemerintah selanjutnya perlu memastikan koordinasi antarsektor berjalan efektif dan kebijakan dapat diterapkan secara konsisten. Dengan fondasi industri yang semakin kuat, sektor manufaktur diharapkan tetap menjadi salah satu pemacu utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.