Tangerang, 5 September 2026 – Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menggagalkan peredaran narkotika jenis etomidate yang dikemas dalam bentuk cartridge vape di kawasan Karang Tengah, Kota Tangerang, Banten. Dalam pengungkapan tersebut, petugas menyita sebanyak 29 cartridge etomidate dan menangkap seorang pria berinisial A yang berusia 33 tahun. Penangkapan dilakukan oleh tim Subdirektorat 2 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya setelah memperoleh informasi mengenai dugaan aktivitas peredaran narkotika di wilayah tersebut. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan pemantauan untuk memastikan keberadaan orang yang dicurigai terlibat dalam transaksi. Operasi akhirnya mengarah pada sebuah area parkir apartemen di Karang Tengah pada Minggu, 23 Agustus 2026. Kasus tersebut kini masih dikembangkan untuk mengungkap pihak lain yang diduga terhubung dengan peredaran cartridge mengandung etomidate tersebut.
Kanit Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKP Yentor Witro menjelaskan pengungkapan bermula dari informasi masyarakat mengenai dugaan peredaran etomidate di kawasan Karang Tengah. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti tim operasional dengan melakukan penyelidikan serta pemantauan di sekitar lokasi yang dicurigai. Petugas tidak langsung melakukan penindakan karena terlebih dahulu berupaya memastikan identitas serta aktivitas orang yang menjadi sasaran penyelidikan. Pemantauan berlangsung hingga polisi menemukan seorang pria yang gerak-geriknya dinilai mencurigakan di area parkir sebuah apartemen. Sekitar pukul 01.50 WIB, petugas kemudian mengamankan A untuk menjalani pemeriksaan. Pengungkapan tersebut memperlihatkan pentingnya informasi masyarakat dalam membantu aparat mendeteksi peredaran narkotika yang dilakukan secara tertutup.
Saat melakukan penggeledahan terhadap A, petugas menemukan sebuah kantong plastik berwarna hitam yang dibawa atau disimpan oleh tersangka. Setelah diperiksa, plastik tersebut diketahui berisi 29 cartridge yang diduga mengandung etomidate. Seluruh cartridge kemudian diamankan sebagai barang bukti untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga menyita tiga unit telepon seluler yang diduga digunakan dalam aktivitas komunikasi dan transaksi. Perangkat tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan penyidikan karena dapat memberikan petunjuk mengenai hubungan tersangka dengan pemasok maupun calon penerima barang. Petugas selanjutnya membawa tersangka dan seluruh barang bukti ke kantor Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya.
Dari pemeriksaan awal, A mengaku akan mengedarkan cartridge tersebut menggunakan modus yang dikenal sebagai sistem tempel. Dalam skema tersebut, penjual dan pembeli tidak harus bertemu secara langsung ketika melakukan serah terima barang. Cartridge diletakkan pada lokasi tertentu yang telah disepakati sebelumnya, kemudian penerima memperoleh informasi mengenai titik penyimpanan untuk mengambil barang secara mandiri. Metode tersebut digunakan untuk mengurangi kontak langsung sekaligus mempersulit aparat menemukan hubungan antara pengedar dan pembeli. Komunikasi mengenai transaksi maupun titik pengambilan dapat dilakukan melalui telepon seluler sehingga jejak pertemuan fisik menjadi lebih sedikit. Polisi kini mendalami komunikasi pada perangkat yang disita untuk mengetahui jaringan yang berada di balik tersangka.
Penggunaan sistem tempel bukan merupakan pola baru dalam peredaran narkotika karena metode serupa telah ditemukan dalam berbagai pengungkapan sebelumnya. Namun pemanfaatannya untuk mendistribusikan cartridge vape yang mengandung etomidate menjadi perhatian karena bentuk barang relatif kecil dan mudah disamarkan. Cartridge tersebut secara kasatmata dapat menyerupai komponen rokok elektronik biasa sehingga keberadaannya berpotensi sulit dikenali masyarakat. Peredarannya juga dapat dilakukan dalam jumlah kecil dan berpindah dari satu lokasi menuju lokasi lain tanpa membutuhkan tempat transaksi tetap. Kondisi tersebut menuntut aparat memperkuat penyelidikan berbasis informasi dan pemantauan terhadap pola distribusi. Pengembangan kasus terhadap A diharapkan dapat menunjukkan dari mana puluhan cartridge tersebut diperoleh dan kepada siapa barang itu rencananya diedarkan.
Etomidate sendiri merupakan zat yang dikenal dalam dunia medis sebagai obat anestesi yang penggunaannya dilakukan dalam pengawasan tenaga kesehatan. Penyalahgunaan zat tersebut di luar kepentingan medis dapat menimbulkan risiko serius terhadap kesehatan, terlebih apabila komposisi dan dosisnya tidak diketahui oleh pengguna. Modus memasukkan etomidate ke dalam cairan atau cartridge vape menjadi salah satu pola peredaran yang mendapatkan perhatian aparat dalam beberapa waktu terakhir. Pengguna dapat menghirup zat melalui perangkat rokok elektronik tanpa memahami secara pasti kandungan maupun konsentrasi bahan yang berada di dalamnya. Kondisi tersebut meningkatkan risiko karena produk yang beredar secara ilegal tidak melalui pengawasan medis maupun pengendalian mutu sebagaimana obat yang digunakan dalam pelayanan kesehatan. Aparat karena itu terus melakukan penindakan terhadap produksi dan distribusi cartridge yang mengandung zat tersebut.
Pengungkapan di Karang Tengah juga menjadi bagian dari rangkaian penindakan terhadap peredaran etomidate yang dilakukan Polda Metro Jaya sepanjang 2026. Pada April lalu, polisi membongkar sebuah laboratorium tersembunyi di kawasan apartemen di Kabupaten Tangerang yang diduga digunakan untuk memproduksi cairan etomidate dalam bentuk cartridge vape. Dalam kasus tersebut, petugas mengamankan seorang warga negara Malaysia berinisial CK yang diduga berperan sebagai pengelola sekaligus operator produksi. Polisi ketika itu menemukan serbuk etomidate dalam jumlah besar, cairan propilen glikol, ratusan cartridge, serta berbagai peralatan produksi. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa peredaran etomidate tidak hanya terjadi pada tingkat penjual, tetapi juga telah melibatkan aktivitas produksi secara tersembunyi. Setiap kasus kemudian dikembangkan untuk mengetahui kemungkinan hubungan antara produsen, distributor, pengedar, dan pengguna.
Pada Mei 2026, Ditresnarkoba Polda Metro Jaya juga menggagalkan pendistribusian puluhan cartridge etomidate dalam operasi berbeda di wilayah Jakarta Barat. Seorang pria diamankan dengan barang bukti puluhan cartridge yang diduga akan diedarkan kepada pihak lain. Berulangnya pengungkapan dengan barang bukti berbentuk cartridge menunjukkan adanya pola penyamaran narkotika melalui perangkat yang menyerupai produk vape. Aparat harus melakukan pemeriksaan lebih mendalam untuk memastikan kandungan barang karena bentuk fisiknya tidak selalu dapat membedakan cartridge biasa dengan cartridge yang mengandung zat terlarang. Kondisi tersebut juga menjadi alasan masyarakat diminta tidak menggunakan produk vape yang asal-usul dan kandungannya tidak jelas. Penindakan terhadap jalur distribusi menjadi penting untuk mencegah produk tersebut menjangkau konsumen dalam jumlah lebih besar.
Penyidik saat ini masih mendalami peran A serta jaringan yang diduga berada di atas maupun di bawahnya. Tiga telepon seluler yang disita dapat digunakan untuk menelusuri riwayat komunikasi, pola transaksi, serta pihak yang berhubungan dengan tersangka sepanjang relevan dengan penyidikan. Polisi juga perlu mengetahui apakah A hanya bertugas melakukan penempatan barang atau mempunyai peran lebih besar dalam jaringan distribusi. Identitas pemasok menjadi salah satu bagian yang penting dikembangkan karena penangkapan pengedar tingkat lapangan belum tentu menghentikan jalur pasokan. Penyelidikan terhadap calon penerima juga dapat memberikan gambaran mengenai wilayah pemasaran cartridge tersebut. Hasil pengembangan nantinya akan menentukan apakah kasus Karang Tengah berdiri sendiri atau mempunyai hubungan dengan jaringan etomidate lain yang sebelumnya telah diungkap.
Polda Metro Jaya menegaskan penanganan perkara tidak berhenti pada penyitaan 29 cartridge dan penangkapan seorang tersangka. Pengembangan terus dilakukan untuk memutus rantai distribusi serta menemukan pihak yang bertanggung jawab memasok barang kepada pengedar. Masyarakat juga mempunyai peran penting dengan menyampaikan informasi apabila menemukan aktivitas mencurigakan yang mengarah pada produksi maupun transaksi narkotika di lingkungannya. Pola distribusi yang semakin tertutup membuat kerja sama antara masyarakat dan aparat menjadi salah satu unsur penting dalam mempercepat pengungkapan. Sementara itu, tersangka A bersama seluruh barang bukti tetap diamankan untuk menjalani proses pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut. Polisi berharap penelusuran jaringan dapat mengungkap sumber 29 cartridge tersebut sekaligus mencegah peredarannya menjangkau konsumen yang lebih luas.