Jakarta, 8 Mei 2026 – Warga di sejumlah kawasan Jakarta Timur akhirnya mengetahui penyebab lampu penerangan jalan umum (PJU) yang berulang kali mati dalam beberapa waktu terakhir. Setelah dilakukan penelusuran, gangguan tersebut ternyata dipicu aksi pencurian kabel dan komponen instalasi listrik oleh pelaku tak bertanggung jawab.
Kasus ini terungkap setelah petugas menerima banyak laporan dari masyarakat mengenai kondisi jalan yang gelap pada malam hari. Situasi tersebut dinilai membahayakan pengguna jalan serta meningkatkan risiko kecelakaan dan tindak kriminal di sejumlah titik.
Pemerintah daerah bersama petugas teknis kemudian melakukan pengecekan langsung ke beberapa lokasi yang mengalami gangguan. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan sejumlah kabel instalasi lampu jalan hilang dan beberapa panel listrik dalam kondisi rusak akibat dibongkar paksa.
Pihak terkait menjelaskan bahwa aksi pencurian dilakukan secara berulang di beberapa titik berbeda. Para pelaku diduga mengincar kabel tembaga dan komponen logam lain yang memiliki nilai jual di pasaran. Akibatnya, jaringan listrik penerangan jalan mengalami gangguan hingga menyebabkan lampu mati total.
Warga mengaku resah dengan kondisi jalan yang gelap, terutama di kawasan yang minim aktivitas malam hari. Beberapa pengendara bahkan mengaku khawatir melintas karena jarak pandang menjadi terbatas dan rawan tindak kejahatan.
Menurut petugas, proses perbaikan lampu jalan sebenarnya telah dilakukan beberapa kali. Namun, kerusakan terus berulang karena instalasi kembali menjadi sasaran pencurian. Kondisi itu membuat biaya pemeliharaan meningkat dan menghambat upaya pemerintah dalam menjaga fasilitas publik tetap berfungsi optimal.
Aparat keamanan kini meningkatkan pengawasan di sejumlah titik rawan pencurian fasilitas umum. Polisi juga disebut tengah menyelidiki kemungkinan adanya jaringan penadah yang menerima hasil curian berupa kabel dan komponen listrik dari para pelaku.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila melihat aktivitas mencurigakan di sekitar instalasi lampu jalan atau fasilitas umum lainnya. Partisipasi warga dinilai penting untuk membantu mencegah kerusakan yang merugikan masyarakat luas.
Selain memperkuat pengawasan, pihak terkait juga mempertimbangkan penggunaan sistem pengamanan tambahan pada instalasi penerangan jalan, termasuk penempatan penutup khusus dan pemantauan di titik rawan. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko pencurian berulang.
Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa pencurian fasilitas publik tidak hanya merugikan pemerintah secara materi, tetapi juga berdampak langsung terhadap kenyamanan dan keselamatan masyarakat. Pemerintah berharap pelaku dapat segera ditangkap agar gangguan penerangan jalan di Jakarta Timur tidak terus berulang.