Jakarta, 18 Oktober 2026 – Politikus Muhammad Romahurmuziy mengenang sosok KH Syukron Ma’mun sebagai ulama dan pendakwah yang dikenal mampu merangkul berbagai kalangan masyarakat. Kepergian pendiri Pondok Pesantren Daarul Rahman Jakarta tersebut menjadi kabar duka bagi dunia pendidikan Islam dan kalangan tokoh agama di Indonesia. Romahurmuziy menyoroti kiprah almarhum dalam menyampaikan ajaran Islam melalui pendekatan dakwah yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Sosok KH Syukron Ma’mun dinilai meninggalkan keteladanan dalam membangun komunikasi keagamaan yang terbuka dan penuh kebijaksanaan. Pengabdian panjangnya menjadi bagian penting dari perkembangan dakwah dan pendidikan pesantren di Tanah Air.
KH Syukron Ma’mun dikenal sebagai pendakwah yang memiliki kemampuan menyampaikan pesan agama dengan bahasa yang mudah dipahami oleh masyarakat luas. Ceramahnya tidak hanya menekankan pemahaman terhadap ajaran Islam, tetapi juga pentingnya membangun hubungan sosial yang harmonis. Pendekatan tersebut membuat dakwahnya dapat diterima oleh masyarakat dari berbagai latar belakang kehidupan. Dalam menyampaikan nasihat keagamaan, ia dikenal memberikan perhatian terhadap persoalan moral, pendidikan, dan kehidupan bermasyarakat. Karakter dakwah yang komunikatif menjadi salah satu hal yang dikenang dari perjalanan pengabdiannya.
Bagi Romahurmuziy, keteladanan seorang ulama tidak hanya tercermin dari keluasan ilmu agama, tetapi juga dari kemampuannya membangun kedekatan dengan masyarakat. KH Syukron Ma’mun dikenal memiliki perhatian terhadap pentingnya persaudaraan dan kebersamaan dalam kehidupan berbangsa. Nilai tersebut menjadi relevan di tengah masyarakat Indonesia yang memiliki keberagaman budaya, tradisi, dan pandangan. Peran tokoh agama dalam menjaga komunikasi antarkelompok dinilai penting untuk memperkuat kehidupan sosial yang damai. Melalui pendekatan yang merangkul, dakwah dapat menjadi sarana untuk membangun pemahaman dan mempererat hubungan antarsesama.
Selain dikenal sebagai pendakwah, KH Syukron Ma’mun memiliki kontribusi besar dalam dunia pendidikan Islam melalui pendirian Pondok Pesantren Daarul Rahman Jakarta. Lembaga pendidikan tersebut menjadi tempat pembinaan santri dalam mempelajari ilmu agama sekaligus membangun karakter dan kedisiplinan. Pendidikan pesantren memiliki peran penting dalam menanamkan nilai tanggung jawab, kejujuran, serta kepedulian sosial kepada generasi muda. Pengabdian almarhum di bidang pendidikan menunjukkan bahwa dakwah dapat diwujudkan melalui pembinaan yang berkelanjutan. Warisan tersebut diharapkan tetap berkembang melalui para pengasuh, tenaga pendidik, dan alumni pesantren.
Perjalanan kehidupan KH Syukron Ma’mun juga memperlihatkan pentingnya hubungan antara ilmu pengetahuan agama dan praktik kehidupan sehari-hari. Sebagai tokoh pendidikan, ia memberikan perhatian terhadap pembentukan generasi yang tidak hanya memahami ajaran Islam secara teoritis. Para santri juga diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Pendekatan pendidikan semacam ini menjadi salah satu fondasi penting dalam pengembangan pesantren di Indonesia. Melalui pendidikan yang berkesinambungan, nilai pengabdian seorang ulama dapat diteruskan kepada generasi berikutnya.
Kenangan Romahurmuziy terhadap KH Syukron Ma’mun turut menggambarkan kedekatan dunia keagamaan dengan berbagai unsur kehidupan masyarakat. Ulama memiliki posisi penting sebagai pembimbing moral sekaligus tokoh yang dapat memberikan pandangan terhadap persoalan sosial. Kemampuan menjalin komunikasi dengan beragam kelompok menjadi salah satu kualitas yang dibutuhkan dalam menjalankan peran tersebut. Dalam masyarakat yang terus mengalami perubahan, pendekatan dakwah yang mengedepankan kebijaksanaan dapat membantu menjaga suasana saling menghormati. Keteladanan KH Syukron Ma’mun menjadi pengingat mengenai pentingnya menyampaikan ajaran agama dengan cara yang membangun persaudaraan.
Kepergian KH Syukron Ma’mun juga menjadi momentum untuk mengenang kontribusi para ulama dalam perkembangan pendidikan dan kehidupan keagamaan nasional. Pesantren yang didirikan seorang tokoh agama dapat menjadi warisan penting karena manfaatnya terus dirasakan oleh para santri dan masyarakat. Ilmu yang diajarkan berpotensi memberikan pengaruh lintas generasi melalui aktivitas pendidikan, dakwah, dan pengabdian sosial. Para alumni memiliki kesempatan untuk melanjutkan nilai-nilai yang diperoleh selama menempuh pendidikan. Dengan demikian, kontribusi seorang ulama tidak berhenti ketika yang bersangkutan meninggal dunia, tetapi dapat terus berkembang melalui generasi penerus.
Romahurmuziy mengenang KH Syukron Ma’mun sebagai sosok pendakwah yang memberikan teladan mengenai pentingnya merangkul masyarakat dari berbagai kalangan. Kiprahnya dalam dunia dakwah dan pendidikan Islam menjadi bagian dari warisan pengabdian yang patut dikenang. Kepergian pendiri Pondok Pesantren Daarul Rahman Jakarta tersebut meninggalkan duka sekaligus tanggung jawab moral untuk melanjutkan nilai-nilai kebaikan yang telah diajarkannya. Semangat persaudaraan, pendidikan, dan kepedulian sosial diharapkan tetap menjadi inspirasi bagi para santri, alumni, serta masyarakat luas. Doa mengiringi kepergian KH Syukron Ma’mun agar segala amal ibadah dan pengabdiannya diterima serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.