Jakarta, 27 Agustus 2026 – Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, Hery Gunardi, meraih penghargaan Bakti Koperasi Pradana Nayaka atas kontribusinya dalam mendukung pengembangan koperasi dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap konsistensi BRI dalam memperluas akses layanan keuangan sekaligus memperkuat peran pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam perekonomian nasional.
Penghargaan untuk Dukungan Ekonomi Kerakyatan
Penghargaan Bakti Koperasi Pradana Nayaka diberikan sebagai bentuk pengakuan terhadap pihak yang dinilai memiliki kontribusi terhadap kemajuan gerakan koperasi dan ekonomi kerakyatan.
Bagi sektor perbankan, dukungan terhadap koperasi dan UMKM dapat dilakukan melalui akses pembiayaan, layanan perbankan, pendampingan usaha, hingga pemanfaatan teknologi digital.
BRI selama ini memiliki fokus kuat pada segmen mikro dan UMKM yang menjadi bagian penting dari struktur perekonomian Indonesia.
Peran BRI dalam Pembiayaan UMKM
Sebagai bank yang memiliki jaringan luas hingga berbagai daerah, BRI berperan dalam menyediakan akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro dan kecil.
Pembiayaan tersebut dapat digunakan pelaku usaha untuk menambah modal kerja, meningkatkan kapasitas produksi, membeli peralatan, maupun mengembangkan bisnis.
Akses terhadap layanan keuangan menjadi penting bagi pelaku UMKM agar tidak sepenuhnya bergantung pada sumber pembiayaan informal.
Digitalisasi Perkuat Akses Keuangan
Transformasi digital juga menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan keuangan. Pelaku UMKM kini semakin membutuhkan layanan yang mudah digunakan untuk melakukan transaksi, menerima pembayaran, mengelola keuangan, hingga memperoleh pembiayaan.
Digitalisasi dapat membantu pelaku usaha menjalankan aktivitas bisnis dengan lebih efisien.
Di sisi lain, peningkatan literasi keuangan tetap dibutuhkan agar pelaku UMKM mampu menggunakan berbagai produk keuangan secara bijak.
Koperasi sebagai Penggerak Ekonomi
Koperasi memiliki posisi penting dalam konsep ekonomi kerakyatan karena mengedepankan prinsip kebersamaan dan kepemilikan anggota.
Penguatan koperasi membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk akses permodalan, peningkatan tata kelola, digitalisasi, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia.
Kolaborasi antara koperasi dan lembaga keuangan dapat membantu menciptakan ekosistem usaha yang lebih kuat.
Tantangan Ekonomi Kerakyatan
Pelaku UMKM dan koperasi masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari akses modal, kemampuan mengelola keuangan, pemasaran, produktivitas, hingga pemanfaatan teknologi.
Karena itu, dukungan terhadap ekonomi kerakyatan tidak cukup hanya melalui penyaluran kredit.
Pendampingan dan penguatan kapasitas usaha juga dibutuhkan agar pembiayaan yang diterima dapat menghasilkan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Komitmen untuk Terus Diperkuat
Penghargaan yang diterima Dirut BRI menjadi momentum untuk memperkuat kembali komitmen terhadap pengembangan ekonomi kerakyatan.
Perbankan memiliki posisi strategis untuk menghubungkan masyarakat dan pelaku usaha dengan layanan keuangan formal.
Semakin luas akses tersebut, semakin besar pula peluang masyarakat mengembangkan kegiatan ekonomi secara produktif.
Penghargaan Bakti Koperasi Pradana Nayaka yang diraih Dirut BRI menjadi apresiasi atas kontribusi dalam mendukung koperasi dan ekonomi kerakyatan. Komitmen tersebut diharapkan terus diperkuat melalui perluasan akses pembiayaan, digitalisasi layanan, serta pendampingan bagi UMKM dan koperasi di berbagai daerah.