Jakarta, 4 November 2026 – Federasi Futsal Indonesia (FFI) resmi memberhentikan Budi Setiawan dari jabatan Sekretaris Jenderal (Sekjen) sebagai bagian dari penataan struktur organisasi. Keputusan tersebut diambil di bawah kepemimpinan Ketua Umum FFI Michael Sianipar untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan federasi. Pergantian pejabat penting ini menjadi perhatian karena posisi Sekjen memiliki peran strategis dalam menjalankan administrasi dan koordinasi kegiatan futsal nasional. FFI memastikan perubahan kepengurusan tidak akan mengganggu kelangsungan program pengembangan olahraga futsal Indonesia.
Pemberhentian Budi Setiawan ditetapkan melalui keputusan organisasi yang berlaku mulai 4 November 2026. Michael Sianipar menjelaskan bahwa langkah tersebut dilakukan berdasarkan pertimbangan kebutuhan federasi dalam menjalankan program kerja secara lebih optimal. Menurutnya, setiap perubahan kepengurusan harus berorientasi pada kepentingan organisasi dan peningkatan kualitas tata kelola. FFI juga menyampaikan penghargaan atas kontribusi Budi selama menjalankan tanggung jawab sebagai Sekjen. Meski demikian, federasi belum memberikan penjelasan terperinci mengenai alasan khusus yang melatarbelakangi keputusan pemberhentian tersebut.
Budi Setiawan sebelumnya dipercaya menduduki jabatan Sekjen FFI dalam struktur kepengurusan yang dibentuk pada 2026. Penunjukannya merupakan bagian dari upaya memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan koordinasi antara pengurus pusat dan berbagai pemangku kepentingan futsal. Sebagai Sekjen, Budi memiliki tanggung jawab dalam mendukung pelaksanaan kebijakan federasi, pengelolaan administrasi, serta komunikasi dengan asosiasi daerah. Jabatan tersebut juga berperan dalam memastikan agenda kompetisi dan pembinaan dapat berjalan sesuai perencanaan. Karena itu, pergantian Sekjen menjadi salah satu keputusan penting dalam perjalanan organisasi.
Michael Sianipar menegaskan bahwa FFI tetap berkomitmen menjaga kesinambungan program meskipun terjadi perubahan dalam jajaran pengurus. Pengembangan kompetisi nasional, peningkatan kualitas pembinaan pemain muda, serta penguatan tim nasional tetap menjadi perhatian utama federasi. Koordinasi dengan asosiasi futsal provinsi dan klub juga diharapkan terus berlangsung tanpa hambatan berarti. Menurutnya, perubahan organisasi merupakan bagian dari proses penyesuaian untuk menghadapi kebutuhan yang terus berkembang. FFI berupaya memastikan seluruh jajaran tetap bekerja secara profesional dalam mendukung kemajuan futsal Indonesia.
Setelah pemberhentian Budi Setiawan, FFI perlu segera memastikan pelaksanaan tugas kesekretariatan tetap berjalan dengan baik. Penunjukan pejabat sementara dapat menjadi salah satu langkah untuk menjaga kelancaran administrasi sambil mempersiapkan pengisian jabatan secara definitif. Sekjen memiliki peran penting dalam menghubungkan keputusan pimpinan dengan pelaksanaan kegiatan organisasi sehari-hari. Kekosongan jabatan yang berlangsung terlalu lama berpotensi memengaruhi koordinasi apabila tidak diantisipasi dengan mekanisme yang tepat. Oleh sebab itu, kesinambungan pelayanan organisasi menjadi perhatian dalam masa transisi kepengurusan.
Perubahan struktur FFI berlangsung ketika futsal Indonesia terus berupaya meningkatkan kualitas kompetisi dan prestasi di tingkat internasional. Federasi memiliki tanggung jawab untuk memperkuat pembinaan atlet, meningkatkan profesionalisme penyelenggaraan pertandingan, serta memperluas pengembangan futsal di daerah. Program tersebut membutuhkan tata kelola organisasi yang stabil dan koordinasi yang efektif antara pengurus pusat dengan berbagai pihak. Transparansi dalam pengambilan keputusan juga penting untuk menjaga kepercayaan anggota federasi dan masyarakat. Dengan pengelolaan yang baik, perubahan kepengurusan diharapkan tidak menghambat pencapaian target olahraga nasional.
Pemberhentian Budi Setiawan menandai perubahan penting dalam kepengurusan Federasi Futsal Indonesia di bawah kepemimpinan Michael Sianipar. Federasi kini menghadapi tugas untuk memastikan proses transisi berjalan tertib sekaligus menjaga kelangsungan seluruh program yang telah direncanakan. Keputusan mengenai pengisian posisi Sekjen berikutnya akan menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan efektivitas operasional organisasi. FFI diharapkan terus mengedepankan profesionalisme, akuntabilitas, dan komunikasi yang terbuka kepada para pemangku kepentingan. Melalui langkah tersebut, federasi berupaya memperkuat fondasi organisasi dalam mendukung perkembangan dan prestasi futsal Indonesia.