Jakarta, 31 Agustus 2026 – Status program recall XPENG X9 di Indonesia hingga kini masih belum mendapatkan kepastian setelah produsen kendaraan listrik tersebut menarik puluhan ribu unit X9 di China akibat masalah pada sistem suspensi udara. XPENG Indonesia menyatakan masih melakukan koordinasi dengan XPENG Global untuk memastikan apakah kendaraan yang dipasarkan di Tanah Air termasuk dalam kelompok produksi yang terdampak. Pemeriksaan tersebut menjadi penting karena program recall di China berkaitan dengan komponen suspensi udara bagian depan yang berpotensi mengalami kebocoran. Kondisi tersebut dalam keadaan tertentu dapat menyebabkan posisi kendaraan berubah dan berpotensi memengaruhi pengendalian. Karena proses verifikasi belum selesai, XPENG Indonesia belum menyatakan bahwa seluruh unit X9 di Indonesia aman dari program recall maupun memastikan adanya unit yang harus ditarik kembali.
Program recall di China mencakup 33.473 unit XPENG X9 yang diproduksi dalam rentang 8 Agustus 2023 hingga 11 Agustus 2025. Penarikan dilakukan setelah ditemukan potensi masalah pada tingkat kedap udara pegas udara atau air spring bagian depan. Variasi dalam proses manufaktur disebut dapat menyebabkan komponen tersebut kehilangan kemampuan mempertahankan tekanan udara secara optimal. Setelah kendaraan digunakan dalam jangka waktu tertentu, terutama dalam kondisi suhu tinggi dan kelembapan tinggi, kebocoran udara dapat terjadi secara perlahan. Apabila tekanan udara terus menurun, sistem suspensi dapat mengalami gangguan sehingga tinggi kendaraan tidak berada pada posisi normal. Dalam kondisi ekstrem, masalah tersebut berpotensi mengganggu pengendalian kendaraan dan meningkatkan risiko keselamatan.
Program recall di China sendiri mulai dijalankan pada 28 Agustus 2026. XPENG menyediakan penggantian komponen yang bermasalah dengan komponen versi terbaru tanpa membebankan biaya kepada pemilik kendaraan yang masuk dalam cakupan recall. Pemilik kendaraan yang terdampak akan mendapatkan pemberitahuan melalui saluran layanan yang tersedia dan diarahkan untuk melakukan pemeriksaan serta penggantian komponen. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk penanganan terhadap potensi masalah pada sistem suspensi udara. Namun, program yang berlangsung di China belum secara otomatis berarti seluruh XPENG X9 yang berada di negara lain juga masuk dalam program penarikan. Setiap pasar masih harus melakukan verifikasi terhadap kendaraan yang beredar berdasarkan batch produksi dan komponen yang digunakan.
Di Indonesia, pihak XPENG masih melakukan pengecekan terhadap batch produksi yang berpotensi memiliki komponen serupa. Pemeriksaan tersebut diperlukan karena kendaraan yang dipasarkan di Indonesia memiliki jalur produksi yang berbeda dengan sebagian kendaraan yang menjadi objek recall di China. XPENG Indonesia menyebut kendaraan yang diproduksi untuk pasar Indonesia memiliki karakteristik produksi tersendiri karena sebagian unit telah dirakit secara lokal. Perbedaan proses tersebut membuat perusahaan tidak dapat langsung menyimpulkan bahwa kendaraan Indonesia pasti terdampak atau pasti bebas dari masalah. Pemeriksaan terhadap komponen dan batch produksi menjadi dasar penting sebelum keputusan recall dapat diumumkan secara resmi.
Status produksi lokal juga menjadi salah satu faktor yang sedang diperhatikan perusahaan. XPENG mulai melakukan perakitan lokal di Indonesia pada 2025 melalui kerja sama dengan mitra produksi di dalam negeri. Dengan adanya fasilitas tersebut, kendaraan yang dipasarkan di Indonesia tidak sepenuhnya memiliki kondisi produksi yang identik dengan kendaraan yang diproduksi untuk pasar China. Meski demikian, perakitan lokal tidak otomatis berarti seluruh komponen kendaraan berasal dari sumber lokal. Sejumlah komponen masih dapat berasal dari jaringan pemasok global sehingga pemeriksaan terhadap bagian yang bermasalah tetap diperlukan. Karena itu, perusahaan harus memastikan apakah komponen suspensi yang digunakan pada unit Indonesia memiliki spesifikasi dan batch produksi yang sama dengan komponen yang masuk dalam program recall China.
Masalah suspensi udara tersebut sebelumnya menjadi perhatian setelah muncul keluhan dari sejumlah pemilik XPENG X9 di China. Beberapa laporan menyebut bagian kendaraan dapat turun secara tiba-tiba, baik pada salah satu sisi maupun bagian tertentu dari bodi. Keluhan tersebut banyak menjadi perhatian ketika kendaraan digunakan dalam kondisi suhu lingkungan yang sangat tinggi. Pada awalnya, persoalan tersebut sempat dikaitkan dengan sistem perlindungan termal yang bekerja ketika temperatur terlalu tinggi. Namun, program recall yang kemudian diumumkan menunjukkan adanya persoalan perangkat keras yang berkaitan dengan kemampuan komponen suspensi udara mempertahankan tekanan.
Gejala gangguan pada suspensi dapat terlihat dari munculnya peringatan pada panel instrumen kendaraan. Pemilik juga dapat melihat perubahan tinggi kendaraan atau posisi bodi yang tampak tidak seimbang dibandingkan kondisi normal. Jika tekanan udara pada salah satu bagian suspensi terus berkurang, posisi kendaraan dapat berubah secara perlahan. Kondisi tersebut perlu mendapatkan perhatian karena sistem suspensi memiliki fungsi penting dalam menjaga stabilitas dan kenyamanan kendaraan. Apabila gangguan semakin parah ketika kendaraan sedang digunakan, perubahan posisi bodi dapat berpengaruh terhadap karakter pengendalian.
XPENG Indonesia sendiri mengimbau pemilik X9 yang merasakan gejala tidak normal pada suspensi agar segera menghubungi jaringan layanan resmi. Konsumen dapat menyampaikan keluhan melalui layanan pelanggan maupun mendatangi diler untuk mendapatkan pemeriksaan. Langkah tersebut dapat dilakukan meskipun status recall nasional belum diumumkan secara resmi. Pemeriksaan lebih awal memungkinkan teknisi mengetahui kondisi sistem suspensi kendaraan dan menentukan apakah terdapat indikasi masalah. Dengan demikian, pemilik tidak perlu menunggu sampai keputusan recall diumumkan apabila kendaraan sudah menunjukkan gejala yang mencurigakan.
Bagi pemilik X9 di Indonesia, kondisi tersebut berarti belum ada kepastian bahwa seluruh unit yang beredar masuk dalam program recall. Sebaliknya, belum adanya pengumuman recall nasional juga tidak dapat langsung ditafsirkan bahwa seluruh kendaraan terbebas dari masalah. Perusahaan masih harus mencocokkan data produksi, nomor rangka, komponen suspensi, serta kemungkinan keterkaitan dengan batch yang ditarik di China. Proses tersebut membutuhkan pemeriksaan teknis agar keputusan yang diambil tidak menimbulkan kesalahan. Setelah verifikasi selesai, perusahaan baru dapat menentukan apakah diperlukan tindakan khusus terhadap kendaraan yang sudah berada di tangan konsumen Indonesia.
Kondisi ini juga menjadi perhatian karena XPENG X9 yang saat ini dipasarkan di Indonesia menggunakan teknologi suspensi udara. Sistem tersebut menjadi salah satu fitur yang ditawarkan untuk memberikan kenyamanan dan menjaga karakter berkendara kendaraan besar tersebut. Karena menggunakan komponen yang kompleks, sistem suspensi udara membutuhkan pemeliharaan dan pemeriksaan yang tepat apabila muncul gangguan. Potensi masalah pada bagian pegas udara membuat pemeriksaan terhadap komponen tersebut menjadi semakin penting. Pemilik kendaraan juga perlu memperhatikan perubahan tinggi bodi, peringatan pada panel instrumen, maupun suara atau perilaku suspensi yang tidak biasa.
XPENG New X9 yang diperkenalkan di Indonesia pada 2026 juga hadir dengan teknologi suspensi udara yang menjadi bagian dari sistem kenyamanan kendaraan. Model tersebut dipasarkan dalam beberapa varian dengan perbedaan kapasitas baterai dan jarak tempuh. Kehadiran teknologi tersebut menjadi salah satu nilai jual utama karena kendaraan berada di segmen MPV listrik premium. Namun, ketika muncul persoalan pada sistem yang sama dalam program recall global, perhatian konsumen terhadap aspek keandalan tentu ikut meningkat. Karena itu, kejelasan mengenai status unit Indonesia menjadi penting untuk menjaga kepercayaan pemilik maupun calon konsumen.
Dari sisi konsumen, kepastian mengenai recall bukan hanya berkaitan dengan apakah kendaraan harus diperbaiki atau tidak. Konsumen juga membutuhkan informasi mengenai unit mana yang terdampak, gejala yang harus diperhatikan, serta langkah yang harus dilakukan apabila kendaraan mengalami masalah. Kejelasan informasi akan membantu pemilik menghindari kepanikan sekaligus mencegah munculnya spekulasi yang tidak berdasar. Apabila ternyata terdapat unit Indonesia yang menggunakan komponen dari batch bermasalah, pemilik juga perlu mengetahui mekanisme pemeriksaan dan penggantian komponen. Karena itu, komunikasi antara produsen, diler, dan konsumen menjadi bagian penting dalam proses penanganan masalah tersebut.
XPENG Indonesia sebelumnya juga menegaskan bahwa keselamatan pelanggan menjadi perhatian dalam proses verifikasi. Perusahaan masih berkoordinasi dengan XPENG Global untuk mengetahui secara pasti batch produksi yang berpotensi terdampak. Pemeriksaan tersebut dilakukan karena kendaraan untuk pasar Indonesia memiliki jalur produksi yang berbeda dengan kendaraan yang ditarik di China. Jika ditemukan bahwa komponen yang sama digunakan pada kendaraan Indonesia dan masuk dalam kelompok produksi bermasalah, perusahaan dapat menentukan tindakan perbaikan yang diperlukan. Sebaliknya, jika hasil pemeriksaan menunjukkan unit Indonesia berada di luar cakupan komponen atau batch tersebut, status kendaraan dapat dinyatakan tidak terdampak.
Kepastian tersebut menjadi semakin penting karena program recall di China mencakup puluhan ribu unit. Jumlah kendaraan yang cukup besar menunjukkan bahwa persoalan tersebut bukan sekadar kasus individual pada satu kendaraan. Produsen memilih melakukan penarikan resmi untuk mengatasi potensi risiko sebelum masalah berkembang menjadi gangguan yang lebih serius. Penggantian komponen menjadi solusi yang disiapkan agar kendaraan dapat kembali menggunakan sistem suspensi dengan tingkat keandalan yang lebih baik. Bagi pasar di luar China, langkah berikutnya tetap bergantung pada hasil pemeriksaan masing-masing distributor dan regulator sesuai kondisi kendaraan di negara tersebut.
Di Indonesia, pemilik X9 tidak perlu langsung menyimpulkan bahwa kendaraannya mengalami masalah hanya karena adanya recall di China. Perbedaan tahun produksi, batch kendaraan, spesifikasi komponen, serta proses perakitan dapat memengaruhi cakupan penarikan. Namun, pemilik juga sebaiknya tidak mengabaikan gejala apabila kendaraan menunjukkan perubahan posisi suspensi atau peringatan pada sistem. Pemeriksaan di jaringan resmi menjadi langkah yang lebih tepat untuk memastikan kondisi kendaraan. Dengan pemeriksaan tersebut, gangguan dapat diketahui lebih awal dan tindakan yang diperlukan dapat dilakukan sebelum masalah berkembang.
Status recall ini juga menjadi ujian bagi XPENG Indonesia dalam memberikan kepastian kepada konsumen. Sebagai merek kendaraan listrik yang masih relatif baru di pasar Indonesia, kepercayaan konsumen menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan bisnis. Penanganan masalah secara terbuka dan cepat dapat membantu mempertahankan kepercayaan tersebut. Sebaliknya, ketidakjelasan yang berlangsung terlalu lama dapat membuat konsumen semakin khawatir, terutama ketika masalah yang dibicarakan berkaitan dengan komponen keselamatan kendaraan. Karena itu, hasil verifikasi dan langkah tindak lanjut perusahaan akan menjadi perhatian pemilik X9 di Indonesia.
Untuk sementara, status XPENG X9 di Indonesia masih berada dalam tahap verifikasi dan belum ada keputusan resmi bahwa seluruh atau sebagian unit harus menjalani recall. XPENG Indonesia masih mencocokkan batch produksi dan komponen suspensi dengan kendaraan yang masuk dalam program recall di China. Perusahaan juga meminta konsumen yang menemukan gangguan pada sistem suspensi untuk segera melapor melalui layanan pelanggan atau diler resmi agar dapat dilakukan pemeriksaan. Recall di China sendiri mencakup 33.473 unit X9 produksi 8 Agustus 2023 hingga 11 Agustus 2025 akibat potensi kebocoran pada pegas udara depan. Dengan proses pemeriksaan yang masih berjalan, pemilik X9 di Tanah Air kini masih harus menunggu pengumuman resmi mengenai apakah kendaraan mereka terdampak dan tindakan apa yang akan dilakukan selanjutnya.