Jakarta, 2 September 2026 – Xpeng Indonesia meminta pemilik mobil listrik X9 segera mendatangi dealer resmi apabila menemukan gejala tidak normal pada sistem suspensi udara bagian depan. Imbauan tersebut disampaikan setelah muncul program recall terhadap puluhan ribu Xpeng X9 di sejumlah negara akibat persoalan pada sistem suspensi udara. Distributor Xpeng di Indonesia masih melakukan pemeriksaan dan berkoordinasi dengan Xpeng Global untuk memastikan apakah unit yang beredar di pasar domestik turut terdampak. Hingga kini, Xpeng Indonesia menyatakan belum menerima laporan konsumen di Tanah Air terkait masalah tersebut. Karena itu, perusahaan belum menetapkan bahwa seluruh X9 yang dipasarkan di Indonesia masuk dalam program recall.
Komponen yang menjadi perhatian adalah front air spring, bagian dari sistem suspensi udara yang berfungsi menopang kendaraan dan menjaga ketinggian bodi. Gangguan pada komponen tersebut dapat membuat sistem suspensi tidak mampu mengangkat kendaraan kembali ke posisi normal. Salah satu gejala yang perlu diperhatikan pemilik adalah kondisi kendaraan yang terlihat lebih rendah atau cenderung ambles pada bagian tertentu. Xpeng Indonesia meminta konsumen tidak mengabaikan gejala tersebut dan segera membawa kendaraan ke jaringan layanan resmi untuk diperiksa. Pemeriksaan diperlukan agar kondisi kendaraan dapat diketahui secara langsung oleh teknisi.
Masalah ini sebelumnya memicu recall terhadap 33.473 unit Xpeng X9 di China. Kendaraan yang masuk dalam program tersebut merupakan unit dengan rentang produksi tertentu dan ditemukan memiliki potensi persoalan pada sistem suspensi udara depan. Gangguan dikaitkan dengan proses produksi komponen yang dapat memengaruhi tingkat kerapatan sistem. Dalam kondisi tertentu, terutama ketika kendaraan menghadapi suhu dan kelembapan tinggi, komponen tersebut berpotensi mengalami kebocoran sehingga fungsi suspensi terganggu. Xpeng kemudian menyiapkan perbaikan dan penggantian komponen untuk kendaraan yang masuk dalam kelompok terdampak.
Kondisi di Indonesia memiliki perbedaan karena Xpeng X9 yang dipasarkan di Tanah Air telah dirakit secara lokal menggunakan skema Completely Knocked Down atau CKD. Perbedaan batch produksi menjadi salah satu hal yang sedang ditelusuri oleh Xpeng Indonesia bersama pihak global. Distributor ingin memastikan apakah komponen yang digunakan pada unit lokal memiliki keterkaitan dengan kelompok produksi yang terkena masalah di negara lain. Proses verifikasi tersebut masih berjalan sehingga status recall khusus untuk kendaraan di Indonesia belum ditetapkan. Jika ditemukan adanya komponen yang masuk dalam kelompok terdampak, penanganan akan dilakukan sesuai hasil pemeriksaan.
Xpeng Indonesia juga menjelaskan bahwa produksi lokal memberikan peluang untuk melakukan pemeriksaan komponen lebih awal apabila ditemukan adanya potensi masalah pada bagian tertentu. Apabila komponen yang digunakan pada kendaraan lokal diketahui berasal dari batch yang terdampak, penggantian dapat dilakukan sebelum kendaraan diproduksi atau diserahkan kepada konsumen. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan mencegah masalah teknis meluas ke kendaraan yang beredar di pasar domestik. Namun, proses pengecekan terhadap data produksi tetap diperlukan untuk menentukan secara pasti unit mana yang memiliki risiko.
Bagi pemilik X9, imbauan untuk datang ke dealer bukan berarti seluruh kendaraan dinyatakan mengalami kerusakan. Pemilik yang tidak merasakan gejala apa pun tetap dapat mengikuti perkembangan informasi dari distributor dan jaringan resmi Xpeng. Sementara itu, konsumen yang mendapati perubahan ketinggian kendaraan, suspensi tidak kembali ke posisi semula, atau gejala lain yang tidak biasa dianjurkan segera melakukan pemeriksaan. Pemeriksaan di dealer akan membantu memastikan apakah kondisi tersebut berkaitan dengan sistem suspensi udara atau disebabkan faktor lain. Langkah tersebut juga penting untuk mencegah potensi gangguan berkembang menjadi masalah yang lebih serius.
Xpeng Indonesia menyatakan keselamatan konsumen menjadi perhatian utama dalam proses penelusuran ini. Distributor terus berkoordinasi dengan Xpeng Global untuk mencocokkan data produksi, spesifikasi komponen, dan kemungkinan keterkaitannya dengan kendaraan yang beredar di Indonesia. Hasil pemeriksaan nantinya akan menentukan apakah diperlukan tindakan lanjutan, termasuk pemeriksaan terhadap unit tertentu atau penggantian komponen. Dengan demikian, konsumen diharapkan tidak mengambil kesimpulan sendiri mengenai status kendaraannya hanya berdasarkan pemberitaan mengenai recall di negara lain.
Kasus suspensi X9 juga menjadi perhatian karena sistem suspensi udara merupakan salah satu teknologi yang menunjang kenyamanan berkendara pada MPV listrik tersebut. Ketika sistem mengalami gangguan, perubahan posisi bodi kendaraan dapat memengaruhi kenyamanan dan dalam kondisi tertentu berpotensi berdampak terhadap pengendalian. Karena itu, gejala yang muncul pada suspensi sebaiknya segera diperiksa meskipun kendaraan masih dapat digunakan. Pemilik juga disarankan menyampaikan secara detail kapan gejala mulai muncul dan dalam kondisi seperti apa gangguan tersebut terjadi kepada teknisi.
Untuk sementara, Xpeng Indonesia belum menyatakan adanya recall X9 secara khusus di pasar Indonesia. Perusahaan masih menunggu hasil verifikasi bersama pihak global mengenai batch produksi dan komponen yang berpotensi terdampak. Konsumen yang menemukan masalah pada suspensi udara depan diminta langsung menghubungi dealer resmi agar kendaraan dapat diperiksa. Perkembangan hasil investigasi nantinya akan menjadi dasar bagi Xpeng Indonesia untuk menentukan langkah penanganan berikutnya bagi pemilik X9 di Tanah Air.