Jakarta, 24 September 2026 – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan apresiasi kepada generasi muda yang memutuskan terjun ke dunia politik. Menurut AHY, keputusan memasuki politik membutuhkan keberanian karena seseorang harus siap menyampaikan gagasan sekaligus menghadapi berbagai dinamika di ruang publik. Pernyataan tersebut disampaikan setelah menghadiri peluncuran buku Kepemimpinan AHY: Dalam Beragam Sudut Pandang Tokoh Muda Indonesia di kawasan Menteng, Jakarta, Rabu malam. AHY menyebut keputusan anak muda bergabung dalam politik sebagai langkah besar yang patut dihargai.
AHY mengatakan generasi muda yang baru memasuki dunia politik perlu memanfaatkan ruang tersebut untuk membawa gagasan yang mereka anggap baik bagi masyarakat. Ia mendorong mereka mempertahankan idealisme sekaligus memiliki ketahanan ketika menghadapi kegagalan atau hambatan. Menurutnya, tidak seluruh cita-cita politik dapat langsung diwujudkan dalam waktu singkat. Karena itu, kemampuan untuk kembali bangkit menjadi bagian dari perjalanan seseorang dalam politik.
Dalam pandangan AHY, politik tidak seharusnya menjadi bidang yang dihindari oleh generasi muda. Indonesia menjalankan sistem demokrasi yang memberikan ruang bagi warga negara untuk berpartisipasi dalam proses politik. Melalui mekanisme tersebut, berbagai gagasan dapat diperdebatkan sebelum diterjemahkan menjadi keputusan bersama. AHY menilai keputusan politik pada akhirnya dapat memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat luas.
Pernyataan itu sekaligus menggambarkan dorongan AHY agar generasi muda tidak bersikap apatis terhadap proses politik. Partisipasi tidak hanya dapat diwujudkan dengan menjadi anggota partai, tetapi juga melalui keterlibatan dalam diskusi publik dan penyampaian gagasan. Namun, dalam acara tersebut AHY secara khusus memberikan apresiasi kepada mereka yang memilih masuk langsung ke dalam dunia politik. Ia menilai pilihan tersebut membutuhkan kesiapan menghadapi dinamika serta konsekuensi dari keputusan yang diambil.
AHY juga mengaitkan keterlibatan politik dengan kesempatan memperjuangkan idealisme. Menurut dia, selalu terdapat ruang bagi gagasan yang baik untuk diperjuangkan melalui sistem politik. Meski hasil yang diharapkan tidak selalu tercapai, ia meminta generasi muda tidak mudah menyerah. Pandangan tersebut disampaikan sebagai pesan kepada anak-anak muda yang baru memulai perjalanan politik mereka.
Momentum peluncuran buku tersebut turut menghadirkan sejumlah anak muda yang menuliskan pandangan mengenai kepemimpinan AHY. Di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan, AHY juga mengaku bersyukur generasi muda masih memiliki kemauan menuangkan pemikiran mereka melalui tulisan. Menurutnya, aktivitas menulis tetap memiliki nilai karena dapat menjadi ruang untuk mengembangkan gagasan dan perspektif. Buku tersebut menjadi salah satu wadah yang mempertemukan pandangan sejumlah tokoh muda mengenai kepemimpinan dan politik.
Dorongan terhadap keterlibatan generasi muda juga sejalan dengan langkah Partai Demokrat yang pada awal September 2026 mengumumkan masuknya sejumlah figur muda ke partai tersebut. Nama-nama yang disebut antara lain Andry Hakim, Vincent Liyanto, Seiya Kawakami, Andrian Wijaya, Aditya Chandra, Daniel Wiguna, Dennis Liuwinta, Andi Halid, Michael Gunawan, Edo Utama, Marshella Angelina, Grady, dan Sayyid Assegaf. Kehadiran mereka menambah jajaran generasi muda yang memilih jalur partai politik sebagai ruang aktivitasnya.
Masuknya generasi muda ke partai politik juga menjadi bagian dari regenerasi yang dilakukan berbagai organisasi politik di Indonesia. Generasi baru membawa pengalaman, latar belakang, serta perspektif yang berbeda dalam melihat persoalan masyarakat. Pada saat yang sama, mereka tetap harus berhadapan dengan mekanisme internal partai dan proses demokrasi yang berlaku. Perjalanan politik karena itu tidak hanya bergantung pada usia, tetapi juga kemampuan membangun gagasan dan menjalankan tanggung jawab publik.
AHY menekankan bahwa sistem politik merupakan salah satu jalur untuk menghasilkan keputusan yang berlaku bagi masyarakat secara luas. Karena itu, ia memandang kepedulian terhadap politik penting dalam negara demokrasi. Generasi muda yang memilih masuk ke dalamnya diharapkan dapat membawa gagasan sekaligus mempertahankan semangat untuk terus berkontribusi. Pernyataan tersebut merupakan pandangan AHY mengenai peran generasi muda, bukan ukuran tunggal mengenai bentuk partisipasi politik yang harus dipilih setiap anak muda.
Melalui pesannya, AHY mendorong generasi muda yang telah memilih politik untuk tetap berani menyampaikan gagasan dan menghadapi proses yang tidak selalu berjalan sesuai harapan. Ia menilai keterlibatan tersebut dapat menjadi salah satu cara berkontribusi dalam proses demokrasi dan pengambilan keputusan publik. Sementara itu, masyarakat tetap memiliki beragam jalur lain untuk berpartisipasi dalam kehidupan demokrasi sesuai pilihan masing-masing. Kehadiran semakin banyak generasi muda dalam ruang politik menjadi salah satu perkembangan yang akan ikut membentuk regenerasi politik Indonesia pada masa mendatang.