Menteri Dalam Negeri membuka Festival Fulan Fehan sebagai bagian dari upaya memperkuat kerja sama dan hubungan antarnegara, khususnya di kawasan perbatasan. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi wadah untuk mempererat persahabatan, memperkenalkan kekayaan budaya lokal, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.
Dalam sambutannya, Mendagri menegaskan bahwa Festival Fulan Fehan tidak hanya menjadi ajang perayaan budaya, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam membangun hubungan yang harmonis antara masyarakat lintas negara. Menurutnya, interaksi melalui kegiatan budaya dapat memperkuat rasa saling menghormati serta meningkatkan kerja sama di berbagai bidang.
Festival tersebut menampilkan beragam pertunjukan seni tradisional, pameran produk unggulan daerah, hingga atraksi budaya yang melibatkan masyarakat setempat. Kehadiran peserta dan tamu dari berbagai daerah maupun negara tetangga turut menambah semarak penyelenggaraan acara.
Pemerintah berharap kegiatan semacam ini mampu membuka peluang yang lebih luas bagi pelaku usaha mikro, sektor ekonomi kreatif, dan industri pariwisata. Dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan, roda perekonomian masyarakat di sekitar lokasi festival diharapkan ikut bergerak dan berkembang.
Selain memberikan dampak ekonomi, Festival Fulan Fehan juga menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat nasional maupun internasional. Keindahan alam serta kekayaan budaya yang dimiliki kawasan tersebut dinilai memiliki daya tarik besar untuk terus dikembangkan sebagai destinasi wisata unggulan.
Melalui penyelenggaraan Festival Fulan Fehan, pemerintah berharap hubungan lintas negara semakin erat dan kolaborasi di berbagai sektor dapat terus ditingkatkan. Festival ini diharapkan menjadi agenda tahunan yang mampu memperkuat persaudaraan, memperkenalkan budaya Indonesia ke dunia, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat.