Jakarta, 9 September 2026 – OpenAI mengumumkan pencapaian besar dalam pengembangan kecerdasan buatan setelah mengklaim sistem AI internalnya berhasil menghasilkan solusi untuk persoalan Navier-Stokes, salah satu dari tujuh Millennium Prize Problems yang terkenal sangat sulit dalam dunia matematika. Persoalan tersebut berkaitan dengan persamaan yang digunakan untuk menggambarkan pergerakan fluida seperti air dan udara, sekaligus mempertanyakan apakah solusi matematisnya akan selalu tetap mulus atau dapat mengalami singularitas. OpenAI menyebut sistemnya hanya membutuhkan sekitar 88 jam untuk menghasilkan bukti setelah mengerahkan hingga 10.000 agen AI yang bekerja secara paralel. Upaya tersebut menggunakan sumber daya komputasi dalam skala sangat besar dan disebut menelan biaya jutaan dolar AS. Meski demikian, klaim terobosan tersebut masih menjadi bahan perdebatan dan belum dapat diperlakukan sebagai penyelesaian resmi Millennium Prize Problem sampai melewati proses verifikasi yang diperlukan.
Navier-Stokes merupakan salah satu persoalan matematika yang memiliki hubungan erat dengan mekanika fluida. Persamaannya digunakan untuk menggambarkan bagaimana cairan dan gas bergerak, mulai dari air yang mengalir melalui pipa, asap yang bergerak di udara, aliran udara di sekitar pesawat, hingga berbagai fenomena atmosfer. Persoalan matematis yang belum terselesaikan terletak pada pertanyaan apakah solusi persamaan Navier-Stokes tiga dimensi yang dimulai dalam kondisi mulus akan selalu tetap mulus atau dalam keadaan tertentu dapat membentuk singularitas. Secara sederhana, matematikawan ingin mengetahui apakah nilai tertentu dalam solusi tersebut dapat meningkat tanpa batas dalam waktu yang terbatas. Pertanyaan inilah yang membuat Navier-Stokes menjadi salah satu tantangan terbesar dalam analisis matematika modern.
Skala eksperimen yang dilakukan OpenAI menjadi salah satu bagian paling mencolok dari pengumuman tersebut. Perusahaan dilaporkan menggunakan sistem internal yang kemampuannya melampaui model AI terbarunya yang tersedia pada saat eksperimen dilakukan. Hingga sekitar 10.000 agen AI dikerahkan secara bersamaan untuk mengeksplorasi berbagai pendekatan, memeriksa kemungkinan argumen, dan mengembangkan pembuktian. Seluruh proses menghasilkan sekitar 130 miliar token dan jutaan pesan antarsistem sebelum mencapai hasil dalam waktu kurang dari empat hari. Biaya komputasinya diperkirakan mencapai sekitar USD10 juta, memperlihatkan bahwa kecepatan 88 jam tersebut diperoleh melalui penggunaan kapasitas komputasi yang luar biasa besar.
Hasil akhirnya dituangkan dalam argumen matematika yang sangat panjang. OpenAI menerbitkan bukti sekitar 165 halaman yang menggambarkan sebuah kondisi ketika fluida yang awalnya mulus dapat berkembang menuju singularitas dalam waktu terbatas. Gambaran intuitifnya menyerupai pusaran yang semakin mengecil tetapi berputar semakin cepat hingga kecepatannya secara matematis tumbuh tanpa batas. Selain pembuktian dalam bahasa matematika konvensional, perusahaan juga menggunakan proses formalisasi untuk membantu memeriksa argumen langkah demi langkah. Pendekatan semacam ini penting karena pembuktian matematika yang dihasilkan AI tetap dapat memiliki celah tersembunyi meskipun secara sekilas terlihat meyakinkan.
Namun, penyebutan bahwa AI telah benar-benar “memecahkan” salah satu Millennium Prize Problems tetap membutuhkan kehati-hatian. Klaim tersebut berasal dari OpenAI dan hasilnya masih harus diperiksa secara independen oleh komunitas matematika sebelum dapat diterima sebagai penyelesaian definitif. Terdapat pula perdebatan mengenai formulasi Navier-Stokes yang digunakan dalam pembuktian, termasuk persoalan forcing atau gaya eksternal yang dimasukkan ke dalam sistem. Sebagian pihak mempertanyakan apakah hasil tersebut sepenuhnya menyelesaikan versi klasik dari persoalan yang selama ini menjadi fokus Millennium Prize. Karena itu, proses penelaahan matematikawan independen menjadi bagian penting untuk menentukan seberapa luas cakupan terobosan yang sebenarnya berhasil dicapai.
Millennium Prize Problems sendiri diperkenalkan Clay Mathematics Institute pada 2000 sebagai tujuh persoalan besar yang dianggap sangat penting bagi perkembangan matematika. Masing-masing menawarkan hadiah USD1 juta bagi penyelesaian yang memenuhi persyaratan dan mendapatkan pengakuan resmi. Dari tujuh persoalan tersebut, selama bertahun-tahun hanya Poincaré Conjecture yang berhasil diselesaikan dan diterima komunitas matematika. Navier-Stokes existence and smoothness tetap berada dalam kelompok persoalan yang belum memperoleh penyelesaian resmi. OpenAI menyatakan tidak berencana mengajukan klaim atas hadiah USD1 juta tersebut dan lebih menempatkan eksperimen ini sebagai demonstrasi mengenai seberapa cepat kemampuan AI dalam penelitian ilmiah berkembang.
Pengumuman tersebut juga diwarnai kontroversi mengenai proses penelitian. Matematikawan New York University Tristan Buckmaster dan Levent Alpöge sebelumnya diketahui mengembangkan pendekatan terhadap persoalan serupa. Buckmaster mempertanyakan apakah pekerjaan mereka yang menggunakan perangkat OpenAI mungkin secara tidak langsung mempunyai hubungan dengan kemampuan sistem yang kemudian digunakan perusahaan. Ia tidak menyatakan mengetahui bagaimana model OpenAI memperoleh hasilnya dan tidak menyampaikan tuduhan definitif bahwa penelitiannya digunakan. OpenAI membantah telah mengakses pekerjaan mereka untuk menghasilkan pembuktian tersebut, meskipun perusahaan menyatakan tidak dapat sepenuhnya mengesampingkan kemungkinan bahwa data penggunaan produk yang telah diproses secara tertentu pernah membantu peningkatan model secara umum.
Terlepas dari kontroversi tersebut, kemampuan AI melakukan penelitian matematika memang berkembang pesat sepanjang 2026. Sebelumnya, sebuah model internal OpenAI berhasil membantah dugaan lama dalam masalah jarak satuan yang berakar dari karya matematikawan Paul Erdős pada 1946. Hasil itu memperoleh perhatian karena model menggunakan gagasan dari teori bilangan aljabar untuk menyerang persoalan geometri kombinatorial yang telah dipelajari selama sekitar delapan dekade. OpenAI kemudian mengumumkan sejumlah hasil lain yang menyelesaikan atau menghasilkan kemajuan substansial terhadap persoalan matematika dan ilmu komputer teoretis yang telah lama terbuka. Perkembangan tersebut memperlihatkan pergeseran dari AI yang sekadar membantu melakukan perhitungan menuju sistem yang mulai digunakan untuk mengeksplorasi pembuktian baru dalam penelitian tingkat lanjut.
Pencapaian 88 jam tersebut karena itu berpotensi menjadi tonggak penting, tetapi status akhirnya tetap bergantung pada pemeriksaan komunitas matematika. Pembuktian dalam bidang ini tidak cukup dinilai berdasarkan kecepatan komputasi atau banyaknya agen AI yang digunakan, melainkan harus dapat diperiksa secara ketat dan bertahan terhadap pengujian para ahli. Apabila argumen OpenAI akhirnya diterima sebagai penyelesaian yang memenuhi formulasi Millennium Prize, pencapaiannya akan menjadi salah satu contoh paling signifikan penggunaan AI dalam penemuan matematika. Sebaliknya, apabila ditemukan batasan atau celah, eksperimen tersebut tetap menunjukkan kemampuan sistem AI mengeksplorasi persoalan yang sebelumnya membutuhkan penelitian manusia selama bertahun-tahun. Untuk saat ini, klaim OpenAI tentang Navier-Stokes merupakan terobosan yang sangat besar, tetapi belum menjadi kata terakhir dalam salah satu “PR” matematika tersulit di dunia.